https://lagu.kompak.or.id/ – Makna lagu Bencana karya Rhoma Irama menggambarkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi dunia yang terus dilanda berbagai musibah, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Sejak bait awal, lagu ini mempertanyakan makna air mata yang terus mengalir ketika manusia dihadapkan pada penderitaan yang seolah tidak pernah berhenti. Air mata menjadi simbol kelelahan emosional dan kebingungan manusia dalam menyikapi realitas dunia yang penuh duka, seakan kesedihan telah menjadi hal yang biasa namun tetap menyakitkan.
Penyebutan gempa bumi, banjir, badai topan, dan peperangan menunjukkan bahwa penderitaan tidak datang dari satu sumber saja. Bencana alam merenggut korban tanpa pandang bulu, sementara peperangan mencerminkan kehancuran yang disebabkan oleh tangan manusia sendiri. Lagu ini menegaskan bahwa baik alam maupun konflik sosial sama-sama menghadirkan ketakutan, kehilangan, dan penderitaan yang menghantui kehidupan umat manusia secara terus-menerus. Dunia digambarkan sebagai tempat yang semakin kehilangan rasa aman dan ketenteraman.
Pengulangan kalimat tentang ketiadaan keamanan dan ketenteraman memperkuat suasana pesimistis yang dirasakan. Dunia seolah berubah menjadi ruang yang penuh ancaman, di mana manusia hidup dalam kecemasan dan ketidakpastian. Lagu ini tidak hanya mencatat fakta, tetapi juga mengajak pendengar merasakan kegelisahan kolektif yang muncul akibat situasi global yang semakin tidak stabil. Rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar manusia terasa semakin menjauh.
Pada bagian selanjutnya, lagu ini mulai masuk ke ranah refleksi dan kritik. Pertanyaan tentang kesombongan manusia menjadi titik penting dalam makna lagu. Rhoma Irama menyoroti sikap manusia yang merasa mampu menaklukkan alam dan semesta melalui kemajuan teknologi, kekuasaan, dan ambisi. Kesombongan ini dipandang sebagai akar masalah, karena manusia lupa akan keterbatasannya dan mengabaikan keseimbangan antara dirinya, alam, dan Tuhan.
Kritik semakin tajam ketika agama disebut hanya berhenti di lisan dan tidak lagi diamalkan. Lagu ini menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai spiritual dan moral telah mengalami degradasi. Keimanan digambarkan sekadar slogan, bukan pedoman hidup yang benar-benar dijalankan. Akibatnya, manusia kehilangan kompas etika dalam bertindak, sehingga mudah terjerumus pada keserakahan, kekerasan, dan perusakan lingkungan yang berujung pada bencana.
Lirik Lagu Bencana – Rhoma Irama, Viral Tiktok : apakah ini akibat kesombongan manusia
Masih perlukah air mata
Untuk menangisi dunia
Yang selalu dilanda bencana
Macam-macam malapetaka
Gempa bumi banjir badai topan
Yang selalu membawa korban
Dan juga ganasnya peperangan
Yang menghantui kehidupan
Seakan-akan di dunia
Tiada lagi keamanan
Seakan-akan di dunia
Tiada lagi ketenteraman
Apakah ini akibat kesombongan manusia
Karena sudah merasa menundukkan semesta
Agama cuma di lisan tak lagi diamalkan
Keimanan pada Tuhan cuma berupa slogan
Lirik Lagu: Bencana – Rhoma Irama
Akhir Kata
Secara tidak langsung, lagu ini mengajak pendengar untuk melakukan introspeksi. Bencana tidak hanya dipahami sebagai peristiwa alamiah, tetapi juga sebagai cerminan dari krisis moral dan spiritual manusia. Lagu ini menegaskan bahwa penderitaan dunia bukan semata-mata takdir, melainkan juga konsekuensi dari perilaku manusia yang menjauh dari nilai kemanusiaan dan ketuhanan.
Secara keseluruhan, makna lagu Bencana adalah seruan moral dan spiritual agar manusia kembali menyadari posisinya sebagai makhluk yang terbatas. Lagu ini mengingatkan bahwa keamanan dan ketenteraman tidak akan terwujud hanya dengan kekuatan dan kemajuan materi, tetapi dengan kerendahan hati, kepedulian terhadap sesama, serta pengamalan nilai agama secara nyata. Dengan pesan yang kuat dan reflektif, lagu ini tetap relevan sebagai pengingat akan tanggung jawab manusia terhadap dunia dan kehidupannya.