cool hit counter

Lirik, Makna dan Arti Kidung Wahyu Kolosebo

rinai Februari 14, 2026

Kidung Wahyu Kolosebo merupakan tembang bernuansa spiritual yang sarat nilai religius, filosofi Jawa, dan ajaran pengendalian diri. Liriknya menggunakan bahasa Jawa kuno yang puitis, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami. Makna lagu ini tidak hanya berbicara tentang doa dan pujian, tetapi juga perjalanan batin manusia menuju kesempurnaan hidup.

Secara umum, makna lagu Kidung Wahyu Kolosebo berpusat pada upaya membersihkan diri dari hawa nafsu, memohon perlindungan Tuhan, serta mencapai kesatuan antara hamba dan Sang Pencipta. Setiap bait menghadirkan simbol, metafora, dan ajaran moral yang mendalam.

Makna Spiritual dan Pengendalian Diri

Pada bagian awal, terdapat ungkapan tentang menjaga diri dari perbuatan nista dan mengendalikan hawa nafsu angkara. Makna lagu di sini menegaskan pentingnya disiplin batin. Manusia diajak untuk tidak tunduk pada dorongan negatif, meskipun godaan dan gangguan selalu ada hingga akhir zaman. Konsep ini mencerminkan nilai asketisme, yakni latihan spiritual untuk menahan diri dari keburukan.

Bait yang berbicara tentang memadamkan api murka dan mengendalikan panca indera memperkuat pesan pengendalian diri. Makna lagu tersebut mengajarkan bahwa kemarahan dan keserakahan adalah api yang harus dipadamkan dengan kesadaran serta welas asih. Rasa kasih sayang disebut sebagai landasan kemuliaan, yang berasal dari Sang Hyang Jati Pengeran atau Tuhan Yang Maha Sejati.

Frasa manunggaling kawulo Gusti menjadi inti filosofi Jawa yang sangat terkenal. Makna lagu pada bagian ini merujuk pada penyatuan antara hamba dan Tuhan. Bukan berarti menyamakan diri dengan Tuhan, melainkan mencapai keselarasan kehendak melalui ketulusan dan pengabdian. Ketika hati bersih dan niat lurus, kehendak batin dipercaya akan terwujud sesuai rida-Nya.

Simbol Kemuliaan dan Kebebasan Jiwa

Makna lagu Kidung Wahyu Kolosebo juga menggambarkan pencapaian spiritual berupa kemerdekaan batin. Disebutkan bahwa kesialan dan marabahaya akan sirna ketika seseorang hidup dalam tuntunan Ilahi. Ini bukan sekadar janji material, melainkan simbol ketenangan jiwa. Kebebasan yang dimaksud adalah bebas dari rasa takut, iri, dan dendam.

Penggunaan istilah pusaka Kalimosodo merujuk pada kalimat syahadat sebagai simbol iman. Makna lagu di bagian ini menekankan bahwa keyakinan yang tertanam kuat dalam jiwa akan menjadi mustika atau permata kehidupan. Keberuntungan, kewibawaan, dan kekuatan batin lahir dari iman yang teguh.

Banyak metafora alam digunakan, seperti samudra, dupa harum, dan air suci. Semua itu melukiskan suasana sakral dan damai. Makna lagu semakin terasa ketika cinta dan air mata disebut sebagai pertanda kepekaan hati. Air mata bukan lambang kelemahan, melainkan tanda hati yang lembut dan bersih.

Selain itu, gambaran kesatria, wahyu, dan cahaya seribu bintang melambangkan anugerah kebijaksanaan. Makna lagu Kidung Wahyu Kolosebo pada bagian akhir menunjukkan bahwa orang yang hidup dalam tuntunan Tuhan akan memperoleh kemuliaan dan tidak mudah goyah oleh zaman.

Lirik Kidung Wahyu Kolosebo

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro

Kujaga diri dari perbuatan nista dan sesuka hati

Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro

Dengan mengendalikan hawa, hawa nafsu angkara

Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubeda

Meski setan bergentayangan, selalu membuat gangguan

Hinggo pupusing jaman

Sampai akhir zaman

Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko

Sekuat tenaga saya memadamkan api, bisanya kemurkaan

Maper hardening ponco, saben ulesing netro

Mengendalikan panca (lima) indera dalam setiap kedipan mata

Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan

Dilandari rasa welas asih Sang Pemberi Kemuliaan

Sang Hyang Jati Pengeran

Sang Maha Sejati Tuhan

Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku

Bertahta di kalbu, samudera pemandu perbuatan

Tumuju dateng Gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi

Menuju kepada Tuhan, Dzat yang tidak ada asalnya

Manunggaling kawulo Gusti, krenteg ati bakal dumadi

Menyatunya hamba dengan Tuhan, kehendak hati akan terjadi

Mukti ingsun, tanpo piranti

Saya jaya, tanpa syarat (alat)

Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito

Menyebar ke jiwa madu sarinya perwita

Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno

Aneka warna prada, membangun diri yang sempurna

Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno

Kesialan pasti musnah, musibah matapetaka nyata hilang

Tyasing roso mardiko

Timbullah rasa merdeka atau bebas

Mugiyo den sedyo pusoko Kalimosodo

Semoga dengan ucapan pusaka kalimat syahadat

Yekti dadi mustiko, sajeroning jiwo rogo

Benar-benar jadi mustika di dalam jiwa raga

Bejo mulyo waskito, digdoyo bowo leksono

Beruntung mulia waskita, digdaya dan berwibawa

Byar manjing sigro-sigro

Byar terwujud gilang-gemilang

Ampuh sepuh wutuh, tan keno iso paneluh

Sakti tua utuh, tidak bisa disantet (diteluh)

Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah

Gagah riang gembira, merekah di sepanjang waktu

Satriyo toto sembodo, Wirotomo katon sewu kartiko

Kesatria tata sembara, wiratama seperti seribu bintang

Kataman wahyu … Kolosebo

Tertimpa (mendapatkan) wahyu kalaseba

Memuji ingsun kanthi suwito linuhung

Saya memuji dengan menghadap maha tinggi

Segoro gando arum, suhrep dupo kumelun

Laut berbau harum seperti dupa semerbak

Tinulah niat ingsun, hangidung sabdo kang luhur

Mengolah niat saya, mengidung (melantunkan) sabda (kata-kata) yang luhur

Titahing Sang Hyang Agung

Perintahnya Sang Maha Agung

Rembesing tresno, tondho luhing netro roso

Merembesnya kasih sayang, pertanda air mata rasa

Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci

Rasa perasaan hati, seperti air yang suci

Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang

Diwujudkan japa mantra, hebat jadi penerang

Palilahing Sang Hyang Wenang

Ridhonya Sang Maha Berwenang

Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono

Sembilan wujud dewa, tali kekuatan dunia (semesta)

Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo

Abadi memuji di singgasana surga

Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono

Sang Raja Kolosebo, diwisuda di angkasa

Datan gingsir … sewu warso

Tidak akan tenggelam (lengser) … seribu tahun

Kesimpulan

Secara keseluruhan, makna lagu Kidung Wahyu Kolosebo adalah ajakan untuk menempuh jalan spiritual dengan kesadaran, pengendalian diri, dan ketulusan hati. Tembang ini menyatukan unsur doa, pujian, dan filosofi hidup dalam balutan bahasa yang indah.

Makna yang terkandung di dalamnya mengingatkan bahwa kehidupan bukan sekadar mengejar dunia, melainkan proses penyucian jiwa. Dengan mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan welas asih, dan mendekatkan diri kepada Tuhan, manusia dapat mencapai ketenangan serta kemerdekaan batin. Lagu ini bukan hanya karya seni, tetapi juga tuntunan moral dan spiritual yang relevan sepanjang masa.

rinai

Sebagai penikmat musik yang gemar menyelami setiap detail lirik, saya menghadirkan tulisan-tulisan yang berfokus pada makna lagu dan pengalaman mendengarkan musik secara mendalam. Ketertarikan saya pada interpretasi lirik membuat setiap ulasan yang saya tulis tidak sekadar menjelaskan arti, tetapi juga menghubungkan emosi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu. Saya percaya bahwa setiap lagu memiliki cerita yang layak diungkap. Dengan gaya bahasa yang informatif dan mudah dipahami, saya berupaya membantu pembaca menemukan sudut pandang baru dalam menikmati musik. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi perjalanan musikal dan mengajak pembaca merasakan kedalaman makna di balik setiap lagu favorit mereka. Penulis di website : https://lagu.kompak.or.id/

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

You cannot copy content of this page