Mayhem merupakan salah satu band black metal asal Norwegia yang namanya tidak hanya dikenal karena musik ekstrem yang mereka usung, tetapi juga karena berbagai kontroversi yang mengiringi perjalanan kariernya. Salah satu aspek yang paling sering dibicarakan adalah sampul album mereka yang dianggap melampaui batas kewajaran, khususnya pada rilisan bertajuk Dawn of the Black Hearts. Album live bootleg ini hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar musik ekstrem maupun masyarakat umum karena visualnya yang sangat provokatif.
Dawn of the Black Hearts merupakan album live bootleg yang dirilis pada tahun 1995. Meski bukan album studio resmi, rilisan ini justru menjadi salah satu karya Mayhem yang paling dikenal secara global. Penyebab utamanya bukan semata karena materi musiknya, melainkan karena foto yang digunakan sebagai cover album. Sampul tersebut menampilkan sosok mantan vokalis Mayhem, Yngve Ohlin atau yang dikenal dengan nama Dead, dalam kondisi telah meninggal dunia.
Mayhem dan Sampul Album Dawn of the Black Hearts
Foto pada cover album diambil sesaat setelah peristiwa tragis yang menimpa Dead. Ia mengakhiri hidupnya di rumah yang juga digunakan sebagai tempat latihan band. Yang membuat situasi ini semakin mengejutkan adalah fakta bahwa foto tersebut diambil oleh Euronymous, gitaris Mayhem sekaligus figur sentral dalam band tersebut. Keputusan untuk menggunakan foto ini sebagai sampul album kemudian memicu gelombang kritik dan kecaman dari berbagai pihak.
Bagi banyak orang, penggunaan gambar tersebut dianggap tidak etis dan terlalu mengeksploitasi tragedi pribadi. Namun, di sisi lain, sebagian kalangan dalam skena black metal melihatnya sebagai representasi ekstrem dari ideologi nihilistik dan anti kemapanan yang sejak awal melekat pada genre tersebut. Sampul ini seolah menjadi pernyataan visual yang menantang norma sosial, sekaligus menegaskan sikap penolakan terhadap nilai moral yang dianggap arus utama.
Kontroversi ini juga memperkuat citra Mayhem sebagai band yang tidak hanya bermain musik keras, tetapi juga menghadirkan shock value yang nyata. Dawn of the Black Hearts akhirnya lebih dikenal sebagai simbol kegelapan dan ekstremitas black metal, ketimbang sekadar dokumentasi penampilan live. Sampul album ini bahkan sering masuk dalam daftar cover album paling kontroversial sepanjang sejarah musik.
Dampak dari rilisan ini terasa hingga bertahun-tahun kemudian. Nama Mayhem selalu dikaitkan dengan peristiwa tersebut, dan Dawn of the Black Hearts menjadi semacam artefak kelam dalam sejarah musik ekstrem. Album ini memicu diskusi panjang mengenai batas antara seni, provokasi, dan etika. Apakah visual ekstrem dapat dibenarkan sebagai ekspresi artistik, atau justru mencerminkan hilangnya empati manusia, menjadi pertanyaan yang terus muncul.
Akhir Kata
Pada akhirnya, Dawn of the Black Hearts tidak bisa dilepaskan dari narasi besar tentang Mayhem dan era awal black metal Norwegia. Sampul albumnya menjadi simbol yang mencerminkan sisi paling gelap dari genre ini, sekaligus memperlihatkan bagaimana musik, ideologi, dan kontroversi bisa saling berkaitan erat. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, album ini tetap tercatat sebagai salah satu rilisan paling diperdebatkan dan paling dikenang dalam sejarah black metal dunia.