Lagu I Always Wanna Die (Sometimes) dari The 1975 menghadirkan potret kejujuran emosional yang jarang disampaikan secara terbuka. Sejak awal, lagu ini membawa pendengar ke dalam suasana reflektif tentang kelelahan mental, rutinitas yang terasa menekan, dan pertanyaan mendasar mengenai arah hidup. Makna lagu ini tidak berdiri sebagai ungkapan keputusasaan semata, melainkan sebagai pengakuan jujur tentang kondisi batin yang rapuh namun masih berusaha bertahan.
Tokoh dalam lirik digambarkan sebagai seseorang yang menyadari bahwa hidup tidak berjalan sesuai harapan masa lalu. Perubahan yang dulu diyakini akan datang ternyata tidak terjadi, dan hari-hari terasa berulang tanpa kemajuan berarti. Dari situ, makna lagu mulai terbentuk sebagai cerminan perasaan banyak orang yang merasa terjebak dalam kehidupan modern.
Arti dan Makna Lagu I Always Wanna Die (Sometimes) – The 1975, Lirik tentang Kelelahan Mental dan Rutinitas
Jika ditelaah lebih dalam, makna lagu ini berkaitan erat dengan kelelahan psikologis. Gambaran duduk di kereta, mengulang aktivitas yang sama, serta kenangan tentang kata-kata yang tidak pernah benar-benar dimaksudkan, menunjukkan kejenuhan yang mendalam. Tokoh dalam lagu merasa hidupnya berjalan otomatis, tanpa arah yang jelas.
Ungkapan “always wanna die, sometimes” sering disalahartikan secara harfiah. Namun, dalam konteks lagu, makna kalimat tersebut lebih mengarah pada luapan emosi saat rasa putus asa datang. Ini adalah ekspresi kelelahan, bukan niat untuk mengakhiri hidup. Lagu ini menggambarkan momen ketika beban pikiran terasa terlalu berat, hingga muncul keinginan untuk berhenti sejenak dari segalanya.
Makna lain yang penting adalah kesadaran bahwa kematian tidak hanya berdampak pada diri sendiri. Lirik yang menyebut keluarga dan teman menegaskan bahwa setiap keputusan ekstrem akan meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekat. Di sinilah lagu ini menunjukkan sisi empati dan tanggung jawab emosional.
Makna Eksistensial dan Pencarian Jati Diri
Selain membahas kelelahan mental, makna lagu ini juga menyentuh tema eksistensial. Tokoh mempertanyakan identitas dirinya, tempatnya di dunia, dan apakah ia masih mengenali dirinya sendiri. Pertanyaan tentang diri dan geografi mencerminkan kebingungan identitas, seolah lingkungan dan waktu telah mengubah siapa dirinya.
Lagu ini menampilkan perasaan terasing, sulit berkomunikasi, dan tidak mampu mengekspresikan apa yang dirasakan. Makna tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang ingin berbicara, namun tidak menemukan kata yang tepat. Situasi ini sangat relevan bagi mereka yang mengalami tekanan emosional, tetapi merasa suaranya tidak terdengar.
Pesan Lagu dan Relevansinya bagi Pendengar
Secara keseluruhan, makna lagu I Always Wanna Die (Sometimes) menekankan kejujuran sebagai bentuk keberanian. The 1975 tidak berusaha menutupi sisi gelap emosi manusia, melainkan menampilkannya apa adanya. Namun, di balik nuansa kelam, lagu ini tetap menyelipkan pesan penting tentang bertahan.
Kalimat yang mengajak untuk mencoba, meski tidak yakin bisa bertahan, menjadi titik terang dalam lagu ini. Makna tersebut menunjukkan bahwa harapan tidak selalu hadir dalam bentuk besar, melainkan sebagai dorongan kecil untuk melanjutkan satu hari lagi. Lagu ini tidak menawarkan solusi instan, tetapi memberikan ruang aman bagi pendengar untuk merasa dimengerti.
Pada akhirnya, makna lagu ini relevan dengan kehidupan banyak orang yang pernah merasa lelah, kehilangan arah, dan terasing. Dengan lirik yang jujur dan emosional, lagu ini menjadi pengingat bahwa perasaan rapuh adalah bagian dari pengalaman manusia, dan mengakuinya bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah awal untuk tetap hidup dan melangkah ke depan.