Lagu Liar Angin yang dinyanyikan oleh Feby Putri menghadirkan suasana puitis yang sarat perenungan. Liriknya terasa tenang, namun menyimpan kegelisahan yang dalam tentang hubungan, arah hidup, dan harapan yang tidak selalu berujung pada kenyataan. Makna lagu ini dibangun melalui metafora alam, terutama angin dan semesta, yang menggambarkan perasaan manusia ketika berada dalam kondisi tidak pasti. Dengan bahasa yang lembut, lagu ini menyentuh sisi emosional pendengar tanpa harus menyampaikan pesan secara langsung.
Sejak awal, makna lagu ini mengajak pendengar memahami situasi dua insan atau dua kehendak yang tidak lagi sejalan. Ketidaksamaan arah menjadi sumber kegamangan, meski perasaan masih utuh. Lagu ini tidak berteriak tentang perpisahan, melainkan berbisik tentang jarak emosional yang tumbuh perlahan.
Arti dan Makna Lagu Liar Angin – Feby Putri: Tentang Ketidaksejalanan, Harapan, dan Sunyi yang Tertahan
Lirik “tak sejalan langkah bersama, bertujuan tak satu arah” menjadi pondasi utama makna lagu ini. Kalimat tersebut menggambarkan hubungan atau perjalanan hidup yang tidak lagi memiliki tujuan yang sama. Meski demikian, perasaan digambarkan masih utuh, menunjukkan konflik batin antara logika dan emosi. Makna lagu ini menyoroti kondisi ketika seseorang berharap kenyataan berpihak, walau tanda-tanda yang ada justru menunjukkan sebaliknya.
Kehadiran “sang terang” yang menuntun dalam padam melambangkan secercah harapan di tengah kebingungan. Makna lagu ini memperlihatkan bahwa meski berada dalam situasi gelap, manusia tetap mencari cahaya sebagai pegangan. Namun, cahaya tersebut tidak selalu memberikan jawaban pasti, melainkan sekadar menemani dalam kebimbangan.
Pertanyaan “terdengar kah di sini” menandakan kegelisahan yang tidak tersampaikan. Makna lagu ini menggambarkan perasaan yang terpendam, harapan dan tanya yang masih terbalut rapat di dalam hati. Ada keinginan untuk dipahami, namun terhalang oleh situasi dan waktu yang terus berjalan tanpa menunggu.
Makna Lagu Liar Angin sebagai Simbol Sunyi dan Pesan yang Tak Sampai
Metafora “liar angin tak berarah” menjadi salah satu bagian paling kuat dalam lagu ini. Makna lagu ini menjelaskan angin sebagai simbol pesan dan perasaan yang ingin disampaikan, tetapi tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas. Bahkan angin yang bebas pun tak mampu menyampaikan pesan kepada hati yang sepi. Hal ini menggambarkan keterbatasan komunikasi emosional, ketika kata-kata tidak lagi cukup menjembatani jarak.
Lirik tentang banyak kita banyak kata yang tertahankan oleh waktu menunjukkan penumpukan perasaan yang tidak pernah terucap. Makna lagu ini menyoroti bagaimana waktu justru menjadi penghalang, bukan penyembuh. Semakin waktu berjalan, semakin banyak kata yang tertahan, hingga akhirnya hanya tersisa sunyi.
Tawa semesta yang berulang memberi kesan ironis. Makna lagu ini dapat dimaknai sebagai sindiran halus bahwa semesta terus berjalan apa adanya, terlepas dari luka dan kebingungan manusia. Tak terlihat dan tak terdengar menegaskan perasaan diabaikan, seolah kegelisahan tersebut tidak memiliki tempat untuk berlabuh.
Pada bagian akhir, harapan dan tanya disebut terekam di ingatan, sementara jemari bergerak mengungkapkan. Makna lagu ini menggambarkan proses refleksi, ketika perasaan yang tak tersampaikan akhirnya hanya bisa dituangkan melalui tulisan atau kenangan. Lagu ini menutup dengan pengulangan simbol angin, kata, dan semesta, menegaskan bahwa tidak semua perasaan menemukan jawaban.
Secara keseluruhan, makna lagu Liar Angin adalah gambaran tentang ketidaksejalanan, harapan yang menggantung, dan sunyi yang dipendam. Lagu ini mengajak pendengar menerima bahwa tidak semua pesan akan sampai, dan tidak semua harapan berujung pada kenyataan, namun semuanya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan batin manusia.