cool hit counter

Makna & Lirik Lagu Butet dan Artinya

rinai Februari 12, 2026

Lagu Butet merupakan lagu daerah Batak yang sarat nilai sejarah dan emosional. Secara umum, makna lagu ini berkaitan dengan suasana perjuangan pada masa perang, khususnya ketika seorang ayah harus pergi berperang dan meninggalkan anaknya. Kata Butet sendiri berarti putriku, sehingga lagu ini terasa seperti pesan penuh kasih dari seorang ayah kepada anak perempuannya.

Pada lirik “Butet dipangungsian do apang mu ale, Butet,” tergambar situasi pengungsian dan kondisi darurat. Makna lagu pada bagian ini menunjukkan realitas pahit peperangan, di mana keluarga harus terpisah demi mempertahankan tanah air. Ayah yang berada di pengungsian atau medan perang tetap memikirkan keadaan anaknya.

Kalimat “Da margurilla da mardarurat ale, Butet” menegaskan bahwa sang ayah sedang mengikuti perang gerilya. Makna lagu ini memperlihatkan semangat perjuangan dan pengorbanan. Perang gerilya melambangkan strategi bertahan dalam situasi sulit, sekaligus menjadi simbol keteguhan hati.

Makna Lirik tentang Penantian dan Kerinduan

Bagian “Butet so tung ngolngolan roha muna ale” memiliki arti agar sang anak tidak jenuh menunggu. Makna lagu pada lirik ini menggambarkan penantian yang panjang dan penuh kerinduan. Anak yang ditinggalkan tentu menunggu kabar atau surat dari ayahnya.

Ungkapan “Paima tona manang surat ale” memperkuat suasana tersebut. Surat menjadi simbol komunikasi di tengah keterbatasan. Makna lagu di sini menyentuh sisi kemanusiaan dalam peperangan, bahwa di balik perjuangan fisik ada hubungan keluarga yang tetap dijaga melalui doa dan harapan.

Pengulangan bunyi “I doge doge doge” memberi nuansa musikal khas daerah sekaligus memperhalus pesan yang disampaikan. Meski terdengar sederhana, bagian ini memperkuat suasana emosional lagu. Makna lagu tidak hanya terletak pada kata-kata, tetapi juga pada irama yang menggambarkan kerinduan dan semangat.

Lirik “Butet, so tung sumolsol roha muna ale” mengandung pesan agar sang anak tidak menyesal atau bersedih. Makna lagu pada bagian ini menunjukkan upaya seorang ayah menenangkan hati putrinya. Ia ingin anaknya memahami bahwa kepergiannya bukan untuk meninggalkan keluarga, melainkan demi tanggung jawab yang lebih besar.

Makna Perjuangan dan Harapan Kemenangan

Bagian “Musunta i ikkon saut do talu ale” berarti musuh kita harus dikalahkan. Makna lagu dalam kalimat ini sangat kuat, karena menyiratkan semangat patriotisme dan keyakinan akan kemenangan. Perjuangan bukan sekadar bertahan, tetapi juga upaya untuk meraih kemerdekaan dan keamanan bagi keluarga.

Melalui lirik tersebut, makna lagu Butet berkembang menjadi simbol cinta tanah air yang berpadu dengan cinta keluarga. Ayah yang berperang tetap menyampaikan pesan kasih sayang kepada anaknya, sekaligus menanamkan nilai keberanian dan keteguhan.

Kosakata seperti pengungsian, gerilya, darurat, surat, penantian, musuh, dan kemenangan memperkaya lapisan cerita lagu ini. Semua unsur tersebut membentuk narasi tentang pengorbanan, kesetiaan, dan harapan. Makna lagu tidak hanya berkaitan dengan hubungan ayah dan anak, tetapi juga tentang situasi sosial dan sejarah yang melatarbelakanginya.

Lirik Lagu Butet dan Artinya

Butet dipangungsian do apang mu ale, Butet

Da margurilla da mardarurat ale, Butet

Da margurilla da mardarurat ale, Butet

I doge doge doge (hi) da i doge (hi) doge

I doge doge doge (hi) da i doge (hi) doge (hi) doge

Butet so tung ngolngolan roha muna ale, Butet

Paima tona manang surat ale, Butet

Paima tona manang surat ale, Butet

I doge doge doge (hi) da i doge (hi) doge

I doge doge doge (hi) da i doge (hi) doge (hi) doge

Butet, so tung sumolsol roha muna ale, Butet

Musunta i ikkon saut do talu ale, Butet

Musunta i ikkon saut do talu ale, Butet

I doge doge doge (hi) da i doge (hi) doge

I doge doge doge (hi) da i doge (hi) doge (hi) doge

Arti Lagu Butet
Putriku, di pengungsian ayah mu, ya Putriku

Mengikuti perang gerilya dalam darurat, ya Putriku

Mengikuti perang gerilya dalam darurat, ya Putriku

Wahai wahai wahai ya wahai

Wahai wahai wahai ya wahai wahai wahai

Putriku , jangan sampai jenuh hatimu menunggu, Putriku

Menunggu kabar atau surat oh, Butet

Menunggu kabar atau surat oh, Butet

Wahai wahai wahai ya wahai

Wahai wahai wahai ya wahai wahai wahai

Putriku, jangan sampai menyesal hatimu ya, Putriku

Musuh kita itu harus dikalahkan ya, Putriku

Musuh kita itu harus dikalahkan ya, Putriku

Wahai wahai wahai ya wahai

Wahai wahai wahai ya wahai wahai wahai

Secara keseluruhan, makna lagu Butet adalah refleksi tentang cinta keluarga di tengah suasana perang. Lagu ini menyampaikan pesan bahwa perjuangan sering kali menuntut pengorbanan besar, termasuk perpisahan sementara dengan orang tercinta. Namun di balik itu semua, terdapat harapan akan kemenangan dan pertemuan kembali. Dengan bahasa daerah yang khas dan lirik penuh emosi, Butet menjadi lagu yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mengingatkan generasi tentang nilai perjuangan dan kasih sayang yang tak terpisahkan.

rinai

Sebagai penikmat musik yang gemar menyelami setiap detail lirik, saya menghadirkan tulisan-tulisan yang berfokus pada makna lagu dan pengalaman mendengarkan musik secara mendalam. Ketertarikan saya pada interpretasi lirik membuat setiap ulasan yang saya tulis tidak sekadar menjelaskan arti, tetapi juga menghubungkan emosi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu. Saya percaya bahwa setiap lagu memiliki cerita yang layak diungkap. Dengan gaya bahasa yang informatif dan mudah dipahami, saya berupaya membantu pembaca menemukan sudut pandang baru dalam menikmati musik. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi perjalanan musikal dan mengajak pembaca merasakan kedalaman makna di balik setiap lagu favorit mereka. Penulis di website : https://lagu.kompak.or.id/

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

You cannot copy content of this page