Lagu.kompak.or.id – Makna lagu ini menggambarkan proses emosional seseorang yang sedang menghadapi perpisahan dan berusaha menata ulang hidupnya setelah kehilangan sosok yang pernah menjadi pusat keseharian. Liriknya dibuka dengan pertanyaan reflektif tentang rutinitas dan cara hidup yang selama ini dijalani bersama. Pertanyaan tersebut menunjukkan kebingungan yang wajar ketika hubungan berakhir, karena perpisahan tidak hanya memisahkan dua orang, tetapi juga meruntuhkan pola hidup yang sudah terbentuk.
Tokoh dalam lagu ini berada pada fase mencari normal baru, sebuah kondisi di mana ia harus belajar hidup sendiri tanpa kehadiran orang yang dulu selalu ada. Normal baru tersebut terasa asing dan sepi, karena di dalamnya hanya ada dirinya sendiri. Upaya berpura pura tidak menyadari bahwa segala hal masih mengingatkannya pada masa lalu menjadi gambaran mekanisme bertahan yang sering dilakukan setelah putus cinta. Ia mencoba terlihat kuat, meski sebenarnya kenangan masih muncul di setiap sudut kehidupannya.
Arti dan Makna Lirik Lagu Rutinitas – Idgitaf
Bagian reff membawa pesan penghiburan yang bersifat perlahan dan realistis. Kalimat nanti terbiasa dan deras hujan pun reda menjadi simbol bahwa rasa sakit tidak bersifat abadi. Hujan merepresentasikan kesedihan yang datang dengan deras, sementara reda melambangkan waktu yang akan membantu meredakan luka. Lagu ini tidak menjanjikan penyembuhan instan, tetapi menekankan proses bertahap menuju penerimaan.
Makna kebangkitan emosional terlihat dalam frasa kan terbit masaku. Terbit menggambarkan matahari yang muncul setelah malam panjang, sebuah simbol harapan bahwa setelah fase gelap, akan ada masa terang. Kebangkitan ini diiringi dengan cinta baru dan rutinitas baru, bukan sekadar hubungan baru, tetapi juga cara hidup yang lebih mandiri dan berangkat dari pengalaman sebelumnya. Cinta baru tidak selalu berarti pengganti, melainkan bisa dimaknai sebagai bentuk kasih terhadap diri sendiri.
Pada bagian berikutnya, lirik menampilkan kejujuran batin yang lebih dalam. Tokoh mengakui bahwa berpisah mungkin memang pilihan terbaik untuk sementara waktu. Kalimat kita masing masing dulu menunjukkan kesadaran bahwa jarak dibutuhkan agar luka bisa dipulihkan. Meski harus menjalani hari dengan rasa ngilu, keputusan ini diambil demi kesehatan emosional kedua belah pihak.
Lirik Lagu Rutinitas – Idgitaf
“Rutinitas”
Jika kita berpisah, rutinitasku apa?
Cara hidupku yang dulu, waktu itu apa?
Mencari normal baruku, yang di situ hanya aku
Dan pura-pura tak sadar segalanya mengingatkanku padamu
Oh, nanti terbiasa
Deras hujan pun reda
Oh, begitu pun aku kan terbit masaku
Dengan cinta baru, rutinitas baru
Di dalam hati kecilku, sebaiknya begitu
Kita masing-masing dulu, jalani hari dengan sendi mengilu
Mencari normal baruku, yang di situ hanya aku
Dan pura-pura tak sadar segalanya mengingatkanku padamu
Oh, nanti terbiasa
Deras hujan pun reda
Oh, begitu pun aku kan terbit masaku
Dengan cinta baru, rutinitas baru
Oh, nanti terbiasa, deras hujan pun reda
Nanti terbiasa, deras hujan pun reda
Oh, begitu pun aku (Begitu pun aku) kan terbit masaku
Dengan cinta yang baru, rutinitas baru
Rutinitas baru, nanti terbiasa
Aaaaaaaaaaa
Oh, begitu pun aku kan terbit masaku
Dengan cinta baru, rutinitas baru
Kesimpulan
Pengulangan lirik tentang mencari normal baru dan berpura pura tidak sadar mempertegas bahwa proses move on bukan sesuatu yang linear. Ada hari hari di mana seseorang merasa lebih kuat, tetapi ada pula saat kenangan kembali menyeruak. Lagu ini menangkap dinamika tersebut dengan jujur, tanpa romantisasi berlebihan terhadap penderitaan.
Secara keseluruhan, makna lagu ini berpusat pada penerimaan, kesabaran, dan harapan. Lagu ini menyampaikan bahwa perpisahan memang menyakitkan, tetapi bukan akhir dari segalanya. Dengan waktu, seseorang akan terbiasa, menemukan ritme hidup yang baru, dan perlahan bangkit menyambut masa depan. Pesan utamanya adalah bahwa luka boleh ada, namun hidup tetap berjalan, dan setiap orang berhak menemukan kebahagiaan dalam bentuk yang baru.